BULELENG – Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan melaksanakan kunjungan lapangan ke Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng, Bali, Selasa (3/112026).
Kunjungan ini membahas kesiapan fasilitas pelabuhan serta alternatif lintasan penyeberangan Jawa–Bali untuk mendukung peningkatan konektivitas transportasi dan mengurangi kepadatan pada lintas Ketapang–Gilimanuk.
Kunjungan dipimpin oleh Asisten Deputi Konektivitas Maritim dan Udara, Balkis Kusumawati, dengan melibatkan PT Pelabuhan Indonesia (Persero), KSOP Kelas IV Celukan Bawang, dan BPTD Bali. Dua alternatif lintasan yang menjadi bahan kajian adalah Tanjung Wangi–Celukan Bawang dan Jangkar–Celukan Bawang, yang direncanakan untuk melayani kendaraan golongan VA dan VB.
Berdasarkan materi kajian teknis, lintas Tanjung Wangi–Celukan Bawang memiliki jarak sekitar 31 nautical mile (NM) atau 57 kilometer dengan estimasi waktu tempuh 2,8 jam. Sementara itu, lintas Jangkar–Celukan Bawang memiliki jarak sekitar 54 NM atau 100 kilometer dengan estimasi waktu tempuh 4,9 jam.
Sebagai pembanding, lintas Ketapang–Gilimanuk memiliki jarak sekitar 4 NM atau 7 kilometer dengan estimasi waktu tempuh 0,3 jam. Perhitungan tersebut menggunakan asumsi kapal KMP kelas 1.500–2.000 GT.
Asisten Deputi Konektivitas Maritim dan Udara, Balkis Kusumawati, menyampaikan bahwa kajian alternatif lintasan penyeberangan merupakan bagian dari upaya memperkuat konektivitas transportasi Jawa–Bali. Koordinasi lintas instansi diperlukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur serta aspek keselamatan.
Penggunaan Pelabuhan Celukan Bawang sebagai alternatif lintasan peneberangan Jawa-Bali saat ini statusnya masih dalam perencanaan, atas kepastian penerapan jalur alternatif masih menunggu keputusan Menteri Perhubungan, dengan mempertimbangkan hasil asesmen yang dilakukan oleh Ditjen Perhubungan Laut.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga membahas kesiapan kapasitas dan fasilitas sandar kapal, monitoring room dan CCTV, penanganan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL), serta akses jalan dan rekayasa lalu lintas. Dari sisi infrastruktur, kesiapan fasilitas Dermaga 3 Pelabuhan Celukan Bawang telah mencapai 99 persen. Pelindo pada prinsipnya siap mendukung rencana layanan kapal Ro-Ro, dengan tetap memerlukan kepastian jadwal uji coba penyandaran dan spesifikasi kapal untuk analisis keselamatan serta operasional.
General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Cabang Celukan Bawang, Jumhari Nasrun, menyampaikan bahwa Pelindo mendukung upaya pemerintah dalam mengkaji pengembangan alternatif konektivitas penyeberangan Jawa–Bali.
“Pelindo berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung kesiapan fasilitas serta operasional pelabuhan. Kami berharap kajian ini dapat menjadi langkah positif dalam memperkuat konektivitas transportasi dan kelancaran arus logistik antardaerah,” ujar Jumhari.
Dari aspek operasional, pengaturan jadwal kapal Ro-Ro perlu diselaraskan dengan aktivitas kapal kargo di Dermaga 2 dan rencana kunjungan kapal pesiar pada Desember 2026 hingga Januari 2027.
Sementara itu, BPTD Bali menyampaikan sejumlah alternatif jalur akses menuju Denpasar melalui Gitgit, Cekik, Pupuan, dan Karangasem. Jalur yang akan digunakan masih dalam tahap kajian dengan mempertimbangkan kondisi infrastruktur dan kelancaran lalu lintas.
Kepala KSOP Kelas IV Celukan Bawang, Taufikur Rahman, merekomendasikan pelaksanaan uji coba penyandaran kapal Ro-Ro pada November 2026 untuk melihat kesiapan teknis dan operasional di lapangan. Adapun kepastian lintasan, jumlah, dan jenis kapal yang akan dioperasikan masih menunggu arahan teknis dari Kementerian Perhubungan. Pembahasan lanjutan dijadwalkan melalui rapat koordinasi pada Rabu (4/11/2026).
Kunjungan ini menjadi bagian dari koordinasi lintas instansi dalam mempersiapkan layanan pelabuhan menghadapi periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027 serta mendukung implementasi kebijakan Indonesia Bebas Kendaraan Lebih Dimensi dan Lebih Muatan (ODOL) mulai 1 Januari 2027 di Selat Bali.
Melalui sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan, Pelindo terus mendukung penguatan konektivitas maritim dan peningkatan kualitas layanan kepelabuhanan. (bs)

