BULELENG – Amartha FC mengukuhkan diri sebagai juara Bupati Cup 2026 dalam rangka Pra Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Buleleng. Mereka berhasil membalikkan keadaan dan menang dengan skor 4-2 atas Teja Harum dalam pertandingan final yang berlangsung di Stadion Mayor Metra pada Kamis (22/10/2026).
Pertandingan final ini berlangsung sengit. Laga yang dipimpin Wasit Suardana baru saja berjalan 2 menit, namun Dani sudah menggetarkan gawang Teja Harum yang dijaga Komang Sri.
Tujuh menit berselang, tepatnya menit ke-9, Teja Harum menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Setelah Andik yang berada di sisi kiri gawang, langsung menendang ke gawang. Namun kiper Amartha FC, Dio Mahayoga gagal menggenggamnya, sehingga bola lolos masuk ke gawang.
Tak lama, Andik kembali menunjukkan taringnya. Pemain nomor 7 Teja Harum ini mendapatkan operan bola dari Marta. Tendangan keras langsung ditujukan ke gawang dan gol pada menit 13. Skor berubah 1-2.
Amartha FC yang mendapatkan kesempatan tembakan sudut, memaksimalkan peluangnya. Bola yang melayang dari sudut ke tengah gawang, berhasil disundul Dani. Kedudukan pun berubah 2-2 di menit ke-16. Gol ini sekaligus menegaskan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak dengan 5 gol.
Holil yang menggiring bola dari sisi kanan gawang mencoba mengancam gawang Teja Harum. Sayang tendangannya terkena tiang. Namun, muntahan bolanya bergulir ke arah kanan. Adrian yang berdiri bebas tanpa pengawalan, langsung menyambar bola dan menggetarkan gawang yang dijaga Komang Sri pada menit ke-39. Skor berubah 3-2 di penghujung babak pertama.
Masuk babak kedua, Teja Harum mencoba menambah keunggulan. Serangan-serangan mulai dilakukan, sayang tidak membuahkan hasil.
Malah Amartha FC kembali menambah keunggulan. Setelah di menit 83, Arya yang menerima umpan lambung, berhasil mengkonversinya menjadi gol. Membuat skor akhir menjadi 4-2.
Manajer Amartha FC, Putu Hedy Citrawan mengatakan, timnya sempat tertinggal lantaran semangat yang menurun. Sebab pada pertemuan sebelumnya pada fase grup A, Teja Harum berhasil dikalahkan dengan mudah.
”Setelah tertinggal, kami beri motivasi agar menambah gol. Karena pressing tinggi dan semangat, kami bisa jadi jawara,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Buleleng, Gede Suyasa mengungkapkan, kejuaraan sepak bola ini menjadi cara untuk menyeleksi calon-calon pemain sepak bola untuk memperkuat Buleleng di Porprov Bali 2027 mendatang.
Pertandingan final antara Amartha FC melawan Teja Harum, kata Suyasa, memberi sebuah pelajaran. Sebab tim asal Desa Tejakula itu sebelumnya dikalahkan dengan skor 6-1 oleh tim dari Desa Patas, di laga perdana Bupati Cup.
Namun di final, ketika kembali bertemu, ternyata Teja Harum bisa memberikan perlawanan, bahkan sempat unggul. Hal ini menandakan adanya perubahan yang bisa dilakukan hanya dalam waktu singkat. Semangat inilah yang diharapkan bisa ditiru oleh pemain-pemain Buleleng, yang terpilih nanti.
”Pemain yang akan disaring oleh PSSI Buleleng lewat tim pemandu bakat, diharapkan bisa menaikkan grade skill, mental, dan fisik,” kata Suyasa yang juga Sekda Buleleng.
Menurutnya selain keterampilan, fisik juga jadi perhatian. Sebab selama kejuaraan, banyak pemain yang mengalami kram.
Pasca Pra Porprov ini, PSSI Buleleng Buleleng akan menerima nama-nama calon pemain untuk memperkuat tim inti sepak bola Buleleng di Porprov Bali mendatang. (bs)

