DENPASAR – Pengurus Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama’ (PW PERGUNU) Provinsi Bali, mengadakan kegiatan Pelatihan Kader Guru Nahdlatul Ulama’ (PKGNU) selama tiga hari (16-18/10/2026), di gedung BPMP, Denpasar.
Menurut catatan panitia, peserta yang terdaftar ada 57 orang dari berbagai Pengurus PERGUNU di Bali. Namun, seiring dengan kondisi BBM yang langka, 7 orang peserta memundurkan diri.
Selama tiga hari, peserta PKGNU digembleng langsung oleh Ketua Instruktur PKGNU Pusat, Heri Kuswara. Dan mereka dibekali materi oleh beberapa narasumber.
Di antara materi-materi tersebut adalah sejarah PERGUNU dan etika profesi guru NU yang disampaikan oleh Wakil Ketua PP PERGUNU, Ahmad Zuhri.
Kemudian, fikrah dan harakah Aswaja an-Nahdliyyah oleh Kabag TU Kanwil Kemenag Provinsi Bali, H. Syarif Hidayatullah. Pada hari yang sama, Prof. Dr. H. Ilyas indra membangkitkan jiwa entrepreneur guru melalui materinya tentang gerakan teacherpreneruship.
Pada hari kedua, seluruh peserta PKGNU berpindah tempat ke Joglo Khalifa Nusantara untuk mengikuti “Tabligh Akbar” dalam rangka Hari Santri Nasional 2026 yang diisi langsung oleh Ketua Umum PP PERGUNU, Prof. Dr. KH. Acep Saifuddin Chalim.
Kyai Asep menyampaikan agar pengurus Pergunu jangan seperti sapi pembajak sawah. “Jangan seperti pembajak sawah, yang tidak kenal siapa yang menungganginya, apa tugasnya, dan apa hasil akhir pekerjaannya.” terangnya.
Setelah itu, masih di tempat yang sama, peserta mendengarkan pematerian tentang demokrasi dan pendidikan dalam membangun generasi berkarakter dan berjiwa nasionalis, oleh Made Muliawan Arya (De Gajah), Ketua DPD Gerindra Bali sekaligus calon Gubernur Bali 2024.
Malam hari, Prof. Dr. H. Nurianto mengajak peserta PKGNU membedah Pasal 39 Nomor 14 Tahun 2005: Tentang Perlindungan Hukum Bagi Guru dan Menjalankan Tugas Profesional.
Dosen terbang sekaligus advokat yang sudah berkiprah selama 34 tahun ini menerangkan efektivitas pasal tersebut dalam lingkungan pendidikan yang masih jauh panggang dari api.
Setelah itu, instruktur PKGNU mengambil alih forum dengan memberikan materi tambahan. Kegiatan berakhir pada pukul 02.30, ditutup dengan bai’at atau ikrar peserta PKGNU dan do’a bersama. (bs)

