BULELENG – Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mendorong Pimpinan Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Buleleng untuk terus memperkuat peran dalam pemberdayaan perempuan, ketahanan keluarga, pendidikan generasi muda, serta kegiatan sosial dan keagamaan.
Peran tersebut dinilai penting dalam mendukung terwujudnya masyarakat Buleleng yang rukun, harmonis, dan sejahtera.
Hal tersebut disampaikan Bupati Sutjidra dalam Peringatan Hari Santri Nasional yang dirangkaikan dengan Pelantikan Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Buleleng Masa Bakti 2026–2031. Kegiatan tersebut dipusatkan di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Minggu (18/10/2026).
Bupati Sutjidra menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para santri dan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan serta membangun bangsa.
Menurutnya, nilai-nilai perjuangan tersebut perlu terus diwariskan kepada generasi muda melalui penguatan pemahaman agama, pembentukan akhlak mulia, dan wawasan kebangsaan.
“Santri diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi juga berakhlak mulia, berwawasan kebangsaan, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujar Sutjidra.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Sutjidra juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Buleleng yang dilantik untuk masa bakti 2026–2031. Ia berharap para pengurus dapat menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan semangat pengabdian.
Menurut Sutjidra, Muslimat NU memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat, terutama melalui berbagai program pemberdayaan perempuan, penguatan ketahanan keluarga, pendidikan generasi muda, serta pelayanan sosial dan keagamaan. Kontribusi organisasi diharapkan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Muslimat NU Kabupaten Buleleng diharapkan terus berkontribusi nyata dan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan masyarakat yang rukun, harmonis, dan sejahtera,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sutjidra mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga persaudaraan, toleransi, dan semangat gotong royong di tengah keberagaman yang ada di Kabupaten Buleleng. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan yang maju dan berkelanjutan.
“Mari kita jaga semangat persaudaraan, toleransi, dan gotong royong di tengah keberagaman masyarakat Buleleng. Dengan kebersamaan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, kita dapat mendukung pembangunan daerah yang lebih maju dan berkelanjutan,” ajak Sutjidra.
Melalui momentum Hari Santri Nasional dan pelantikan pengurus Muslimat NU tersebut, Bupati Sutjidra berharap semangat pengabdian para santri dan kader organisasi terus tumbuh serta memberikan manfaat nyata bagi umat dan masyarakat.
Ia juga berharap seluruh pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan tugas organisasi dengan baik, menjaga kebersamaan, dan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan Kabupaten Buleleng. (bs)

