DENPASAR – Kegiatan Pelatihan Kader Guru Nahdlatul Ulama’ (PKGNU) oleh Pengurus Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama’ (PW PERGUNU) Provinsi Bali secara resmi dibuka oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat PERGUNU, Aris Adi Leksono, Jumat (16/10/2026) di aula BPMP Provinsi Bali.
Dalam sambutannya, ia mengapresiasi semangat panitia penyelenggara dan peserta PKGNU di tengah kondisi minoritas dan BBM yang langka.
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia ini berharap setelah kegiatan PKGNU, para pengurus PERGUNU yang tersebar di seluruh Bali bisa semakin kompak dan bisa memberikan kontribusi nyata kepada lingkungan sekitar.
“Setelah ini, saya berharap semua bisa semakin kuat, jelas, kompak, dan jelas kiprahnya dalam memberikan manfaat untuk masyarakat,” tegasnya.
Sehingga, menurutnya, peserta PKGNU kelak dapat meneruskan perjuangan pendiri organisasi yang telah berdiri sejak 1952 ini, dan tetap adaptif dengan perkembangan zaman.
“Tugas kita adalah meneruskan perjuangan. Bukan hanya kumpul-kumpul biasa, tapi harus berkembang dan bergerak berdasarkan sistem yang adaptif dengan zaman.” imbuhnya.
Dalam pembukaan PKGNU ini, turut hadir Rektor Institut Sains dan Teknologi Nahdlatul Ulama’ (ISTNUBA) Bali, Ketua BAN PDM Bali, Kabid Bimas Kanwil Bali, Ketua PW GP ANSOR Bali, Ketua Fatayat NU Bali, Ketua IPNU Bali, Ketua IPPNU Bali.
Kegiatan PKGNU akan berlangsung selama tiga hari, diikuti oleh 50 peserta dari Pengurus PERGUNU se-Provinsi Bali. Melalui PKGNU, arah perjuangan PERGUNU dapat terkonsolidasi dengan baik, mulai dari pusat sampai ke ranting. (bs)

