MIN 2 Buleleng Gelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi, Perkuat Kompetensi GTK dan Komitmen Tiga Pilar

BULELENG – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Buleleng kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam memajukan mutu pendidikan Islam yang ramah anak, humanis, dan berwawasan lingkungan.

Hal ini dibuktikan dengan terselenggarakannya kegiatan workshop inspiratif bertajuk “Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi” yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 8 hingga 10 Oktober 2026.

Kegiatan yang sarat akan nilai edukasi dan pelestarian alam ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buleleng, I Gede Sumarawan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Buleleng, I Gede Sumarawan, juga berkesempatan meninjau langsung Taman Literasi sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program Adiwiyata MIN 2 Buleleng, yang pada tahun ini telah resmi mendapatkan penghargaan bergengsi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng.

Acara ini diikuti secara khidmat dan penuh antusias oleh seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MIN 2 Buleleng, serta turut dihadiri oleh perwakilan guru dari sejumlah madrasah swasta terdekat.

Agar suasana pelatihan berjalan dinamis dan jauh dari kesan monoton, Ketua Panitia, Irham Nurdiansyah, S.Pd., M.Pd., mengemas dan merancang seluruh rangkaian acara workshop dengan kreatif, interaktif, dan menyenangkan sehingga para peserta tidak merasa bosan.

Dalam sambutan pembukaannya, Kepala MIN 2 Buleleng, H. Muhammad Qosim, S.Pd.SD., M.Pd., menegaskan bahwa pelaksanaan workshop ini memegang urgensi yang sangat krusial.

Selain untuk mendongkrak profesionalisme dan kompetensi para GTK, kegiatan ini juga menjadi momentum strategis dalam memperkuat komitmen institusi terhadap 3 Pilar Madrasah Hebat, Bermartabat, dan Berwawasan Lingkungan, yaitu:

* Memastikan setiap proses pendidikan berlangsung dengan menghormati martabat dan hak peserta didik secara utuh dan adil.

* Menerapkan disiplin melalui keteladanan, dialog, dan pembinaan, serta menolak segala bentuk kekerasan (tanpa kekerasan) di lingkungan satuan pendidikan.

* Memperkuat penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan nilai Adiwiyata dalam pembelajaran serta kehidupan sehari-hari di madrasah, termasuk mengintegrasikan Ekoteologi—yakni kesadaran menjaga ciptaan Allah SWT sebagai wujud nyata ibadah, rasa cinta tanah air, serta kepedulian mendalam terhadap kelestarian lingkungan.

Acara semakin hidup dan bermakna berkat kehadiran para narasumber hebat di bidangnya. Bertindak sebagai narasumber utama adalah Candra Dwi Fatoni, S.Pd., sebagai seorang Trainer of Facilitator (TOF) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) alumni BDK Denpasar sekaligus fungsionaris PW Pergunu Bali.

Pemaparan materi yang aplikatif dari Pak Toni sukses membakar semangat para peserta untuk menyimak setiap sesi, termasuk persiapan matang menuju sesi outdoor (jelajah alam dan pembelajaran imersif) yang dijadwalkan pada hari kedua.

Tidak kalah penting, hadir pula Muhammad Syukri, M.Pd. selaku pengawas madrasah yang turut membagikan wawasan, bimbingan, serta materi berharga kepada para peserta guna memperkaya sudut pandang pengelolaan pendidikan yang progresif.

Melalui sinergi, kolaborasi, dan kemasan acara yang menarik, MIN 2 Buleleng optimis dapat melahirkan para pendidik yang handal. Para guru diharapkan mampu mentransformasikan nilai-nilai cinta kasih universal serta kesadaran ekoteologi langsung ke dalam ruang kelas, sehingga terwujud generasi peserta didik yang cerdas secara akademik, berakhlak mulia, cinta sesama, serta senantiasa merawat bumi pertiwi. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *