BULELENG – Generasi muda tidak cukup hanya memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga harus dibekali karakter, integritas, kepedulian sosial, serta wawasan kebangsaan yang kuat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Buleleng, Drs. Nyoman Widiartha, saat membuka Sosialisasi Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan Kabupaten Buleleng di Kampus STIE Satya Dharma Singaraja, Kamis (24/9/2029).
Mengangkat tema “Penguatan Wawasan Kebangsaan untuk Indonesia Maju”, kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa STIE Satya Dharma Singaraja. Dalam kesempatan itu, Kaban Widiartha menekankan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai generasi penerus sekaligus bagian dari kekuatan perubahan bangsa saat ini.
Menurutnya, wawasan kebangsaan tidak cukup dipahami sebatas pengetahuan mengenai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Wawasan kebangsaan harus tercermin dalam cara berpikir, bersikap, dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari.
“Ketika kita menghargai perbedaan, menolak intoleransi dan diskriminasi, menggunakan media sosial secara bijak, serta menjaga persatuan di tengah perbedaan, itulah implementasi wawasan kebangsaan,” ujarnya.
Di tengah perkembangan teknologi digital dan arus informasi yang semakin cepat, mahasiswa juga diingatkan untuk memiliki kemampuan memilah dan memverifikasi informasi. Kemajuan teknologi, termasuk media sosial dan kecerdasan buatan, menurutnya harus dimanfaatkan sebagai sarana belajar, berkreasi, membangun jejaring, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, Kaban Widiartha mengajak mahasiswa menjadi generasi yang cerdas secara digital sekaligus kuat secara kebangsaan. Penggunaan teknologi diharapkan tidak hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga mampu mendorong inovasi dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di masyarakat.
“Gunakan teknologi untuk belajar, gunakan media sosial untuk membangun jejaring dan kreativitas, gunakan ilmu pengetahuan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat, dan gunakan kemampuan yang dimiliki untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” pesannya.
Lebih lanjut, Kaban Widiartha menyampaikan bahwa keberagaman masyarakat Buleleng merupakan modal sosial yang harus terus dirawat. Perbedaan agama, budaya, adat, tradisi maupun latar belakang masyarakat hendaknya menjadi kekuatan dalam menciptakan daerah yang aman, damai, produktif dan sejahtera.
Menurutnya, nasionalisme generasi muda tidak hanya ditunjukkan melalui simbol-simbol kebangsaan, tetapi juga melalui kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Menutup sambutannya, Sekda mengajak mahasiswa untuk menjadikan wawasan kebangsaan sebagai nilai yang hidup dalam pikiran, perkataan, dan tindakan sehari-hari.
Dengan kompetensi, integritas, kemampuan beradaptasi dan semangat inovasi, generasi muda Buleleng diharapkan mampu mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia Maju. “Mari kita kuatkan wawasan kebangsaan, kita rawat persatuan, dan kita bangun Indonesia melalui karya nyata,” pungkasnya.
Sebagai penguatan wawasan kebangsaan, sosialisasi ini turut menghadirkan empat narasumber berkompeten diantaranya I Wayan Ngara, S.Pd, M.Pd, Guru SMKN 1 Singaraja dengan membawakan materi Pancasila, Ni Putu Rahayu, S.Pd, Guru SMAN 1 Singaraja dengan materi Undang-Undang Dasar 1945, I Putu Ari Sudiada, S.Pd., M.Pd., Dosen STKIP Singaraja dengan materi Bhineka Tunggal Ika, dan I Made Riyan Cahyadi, S.Pd., Guru SMAN 3 Singaraja dengan materi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (bs)

