Sehari Maulidan di Masjid Agung Jami’ Singaraja, Pagi Kirab hingga Malam Megibung

BULELENG – Masjid Agung Jami’ Singaraja menggelar acara Maulid Nabi Muhammad SAW sehari penuh pada Sabtu (12/9/2026). Dimulai pagi hari dengan digelarnya Kirab Maulid hingga malam hari dengan megibung (makan bersama) di masjid.

Kirab Maulid dilepas oleh Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna. Ia didampingi Ketua Yayasan Masjid Agung Jami’ Singaraja, H. Abdurrahman Said, Lc., Ketua BKM Masjid Agung Jami’ Singaraja, Abdul Haris Ziad, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Buleleng, Muhammad Mujib, Sekretaris Umum MUI Buleleng, H. Imam Syafi’i, sesepuh Kampung Kajanan, H. Abdurrahman Alawi, serta beberapa undangan lainnya.

 

 

Kirab Maulid dimulai dari Masjid Agung Jami’ Jl. Imam Bonjol, melintasi Jl. Gajah Mada, Jl. Letkol Wisnu, Jl. Pramuka, Jl. Diponegoro, Jl. Erlangga, dan kembali ke Masjid Agung Jami’ di Jl. Imam Bonjol. Berbagai komponen ikut dalam pawai tersebut.

Drumband Gema Bahana Sang Surya SMP Muhammadiyah 2 Singaraja berada di barisan depan, diikuti pawai sepeda hias. Lantas diikuti siswa-siswi, ibu-ibu majelis taklim, ibu-ibu muallaf. Juga diikuti 8 peserta pajegan telur dari majelis taklim, dan 15 peserta lomba sepeda hias anak-anak.

Saat melepas Kirab Maulid, Wabup Supriatna, masyarakat Muslim di Singaraja tetap menjaga kebersamaan. Ia juga mengingatkan, agar di momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, masyarakat Muslim berusaha melaksanakan teladan yang diberikan oleh Nabi SAW.

Lantas dengan mengucapkan lafal basmalah yang lancar dan jelas, Wabup Supit membuka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan kemudian melepas Kirab Maulid.

Usai pelaksanaan Kirab Maulid, pagi menjelang siang dilaksanakan ramah tamah, pembacaan Surah Yasin hingga Mahallul Qiyam. Pada kesempatan ini juga dibagikan telur-telur dari sokok taluh kepada warga yang hadir di Masjid Jami’ Singaraja.

 

 

Ketua Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW, Muhammad Agil, S.Ikom., digelarnya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW salah satu tujuannya untuk membahagiakan umat. Agil juga menjelaskan, sore harinya di depan Masjid Agung Jami’ Singaraja juga digelar atraksi seni bela diri tradisional pencak silat. Sementara di malam harinya digelar tabligh akbar, dan diakhiri dengan acara megibung atau makan bersama.

Ketua Bidang Kemakmuran Masjid Agung Jami’ Singaraja, Abdul Haris Ziad, mendukung penuh peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut. Ia berharap acara tersebut bermanfaat bagi warga Muslim di Singaraja.

Ketua Yayasan Masjid Agung Jami’ Singaraja, H. Abdurrahman Said, Lc., dalam sambutannya mengutip ayat 31 Surat Ali Imron. Kata dia, yang penting bukan hanya merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi yang perlu digarisbawahi bahwa kalau kita ingin dicintai Allah ikuti ajaran Rasulullah SAW.

Karena itu, kata H. Abdurrahman Said, acara maulid ini bukan tujuan, tetapi wasilah atau jalan bagaimana kita sebagai orang mukmin yang ingin mendapatkan cinta-Nya Allah, dengan mengikuti sunah Rasulullah. Yaitu mendapatkan cinta-Nya Allah dan mendapatkan ampunan-Nya. “Berapa banyak kita mengikuti sunah Rasul, sebanyak itu pula Allah memberikan ampunan kepada kita,” tandasnya.

Ia juga mengatakan, acara peringatan Nabi Muhammad SAW menjadi ajang silaturahmi, dan memakmurkan masjid. Sesuatu yang juga merupakan sunah Rasulullah SAW. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *