BULELENG – Kementerian Haji dan Umrah akan menggelar event yang bertajuk El Hajj Bali Festival 2026 di Pelabuhan Tua Buleleng, 11 Oktober 2026 mendatang. Festival ini akan berlangsung sehari dengan berbagai kegiatan, termasuk pameran produk-produk dan stand kuliner yang berkaitan dengan perhajian.
“Kegiatan akan dilaksanakan 11 Oktober 2026. Namanya adalah El Hajj Bali Festival 2026 di Pelabuhan Buleleng. Bukan lagi expo haji. Dengan tagline Expo dan Edukasi Sukses Haji Ekonomi Tumbuh”,” kata Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Buleleng, saat silaturahmi ke jajaran pengurus MUI Buleleng, Jumat (11/9/2026).
Menurut H. Agus, dengan festival tersebut diharapkan bisa mengedukasi mengenai perhajian dan umrah, termasuk bagaimana bisa mengangkat sektor ekonomi, terutama yang terkait dengan haji dan umrah.
“Harapan kami sebenarnya dengan tagline tersebut jamaah-jamaah, dan warga sekitarnya dengan kehadiran kami bisa mendongkrak ekonomi umat,” katanya.
Dikatakan, dengan kegiatan El Hajj Bali Festival 2026 juga diharapkan nantinya produk-produk lokal Buleleng, terutama yang berkaitan dengan perhajian bisa dibawa go international. “Ini harapan Pak Menteri (Menteri Haji dan Umrah, red) bahwa haji ini tidak hanya sukses secara ritual tetapi juga mengangkat perekonomian umat. Sama seperti pesawat yang selama ini digunakan berangkat penuh pulangnya kosong. Harapan Pak Menteri nanti pesawat itu berangkat penuh dengan jamaah haji, pulangnya bisa mengangkut orang-orang Saudi untuk berwisata di Indonesia, sehingga ada dampak ekonominya,” ujarnya.
H. Agus mencontohkan, misalnya produk bumbu-bumbuan, nanti bisa dibawa go international, bisa diekspor misalnya untuk kebutuhan jamaah haji di Arab Saudi. “Atau dengan acara ini nanti kita bisa menemukan apa yang bisa kita go international-kan,” tambahnya.
Atau, kata dia, bisa saja produk-produk yang selama ini menjadi binaan Kementerian Agama terkait kehalalannya. “Nanti kita bisa bekerjasama dengan Kementerian Agama, karena Kementerian Agama punya program ekonomi keumatan termasuk ada beberapa binaan-binaan, yang nanti kita bisa go international-kan,” jelas H. Agus.
Ia juga mengatakan, El Hajj Bali Festival 2026 ditarget bisa menghadirkan 1.000 pengunjung. Di acara tersebut pihaknya akan melibatkan lembaga terkait, Dinas Perhubungan, Imigrasi, Dinas Kesehatan, perbankan, ada beberapa apotek, termasuk ormas-ormas Islam.
H. Agus juga memaparkan, nanti ada beberapa program dalam El Hajj Bali Festival 2026. Mulai dari SAI Walk and Run. “SAI itu subuhan ngaji. Jamaah kita ajak subuhan bareng, setelah itu disampaikan kultum yang insya Allah akan diisi Pak Wamen (Wamen Haji dan Umrah, red), atau Stafsus Pak Menteri,” katanya.
Setelah itu, nanti kumpul di acara puncak di Pelabuhan Tua Buleleng. Nanti di Pelabuhan Tua Buleleng ada talk show, juga pembukaan oleh Bupati Buleleng, ada stand kuliner stand dan pameran produk-produk yang berkaitan dengan haji dan umrah.
“Ada juga lomba manasik haji dari ibu-ibu, lomba mewarnai untuk edukasi perhajian untuk anak-anak TK, serta ada lomba busana perhajian tingkat SD. Serta berbagai hiburan yang bernuansa Islami, seperti burdah, hadrah, zapin, gambus. Jadi acara El Hajj Bali Festival akan berlangsung dari Subuh hingga pukul 18.00. Sehari penuh,” jelas H. Agus.
Sementara Ketua Umum MUI Buleleng, H.B. Ali Musthofa, menyatakan, MUI Buleleng siap mendukung dan mensupport acara El Hajj Bali Festival tersebut.
“Apa kegiatan yang dilaksanakan Kemenhaj, terutama kegiatan El Hajj Bali Festival, kami siap support. Mudah-mudahan ini terlaksana dengan baik. Kami dari akan mensupport dengan tenaga-tenaga kami. Nanti kita bisa koordinasikan apa yang diperlukan Kemenhaj,” ujar H.B. Ali Musthofa.
Sementara Sekretaris Umum MUI Buleleng, H. Imam Syafi’i, mengatakan, program Kemenhaj ini luar biasa. “Ini harus disambut dan kami akan ikut membantu. MUI harus berperan di situ,” ujarnya.
MUI dan Kemenhaj harus berkolaborasi untuk memberikan pelayanan kepada umat. “Kemenhaj dan MUI bisa kolaborasi. Silahkan yang ada di MUI dimanfaatkan,” tambah H.B. Ali Musthofa. (bs)

