BULELENG – Transportasi laut menjadi bagian penting bagi masyarakat kepulauan, baik untuk bekerja, mendapatkan layanan kesehatan, maupun mendukung distribusi barang antarpulau.
Hal tersebut turut dijalankan melalui Tol Laut yang melintasi Pelabuhan Celukan Bawang dengan rute Celukan Bawang – Sapeken – Kangean – Kalianget – Labuhan Lombok – Bima – Badas. Jalur ini dilayani KM Sabuk Nusantara 74 dan KM Sabuk Nusantara 51 dengan frekuensi dua kali dalam sepekan.
Bagi masyarakat asal Sapeken, layanan ini menjadi salah satu akses menuju Bali. Sejumlah penumpang datang untuk bekerja di Nusa Dua, Gianyar, Kuta, dan Denpasar. Sementara sebagian lainnya menuju Buleleng untuk mendapatkan layanan kesehatan.
Setibanya di Celukan Bawang, penumpang dapat melanjutkan perjalanan menggunakan layanan antar-jemput Asosiasi Pengemudi Wisata Celukan Bawang (APWC). Aktivitas kapal perintis juga memberikan peluang penghasilan bagi masyarakat sekitar yang bekerja sebagai porter.
“Adanya kapal perintis ini cukup membantu kami sebagai warga sekitar. Selain bisa membantu penumpang membawa barang, kami juga mendapatkan penghasilan dari pekerjaan sebagai porter. Yang penting penumpang nyaman dan kami bisa terus bekerja,” ujar Wasmara, warga Celukan Bawang yang bekerja sebagai porter.
General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Cabang Celukan Bawang, Mochammad Imron, mengatakan pelabuhan memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat.
“Pelabuhan menjadi bagian dari perjalanan masyarakat, bukan hanya tempat kapal datang dan berangkat. Karena itu, kami terus berupaya memberikan pelayanan yang aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat selama berada di pelabuhan,” ujar Mochammad Imron.
Pelindo Cabang Celukan Bawang terus menjaga pelayanan kepelabuhanan agar aman, tertib, lancar, dan nyaman, dengan semangat melayani sepenuh hati untuk mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang antarpulau. (bs)

