BULELENG – Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra, mengaku terharu karena ternyata tradisi ngejot masih dilestarikan di momen Idul Adha di Kabupaten Buleleng. Itu disampaikan saat memberikan sambutan ketika menyaksikan pemotongan hewan qurban di Islamic Centre Singaraja, Sabtu (30/5/2026).
Turut hadir pada kesempatan itu, Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, Dandim 1609/Buleleng, Letkol Inf. Achmad Setyawan Syah, Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman, Ketua Umum MUI Buleleng, H.B. Ali Musthofa, yang juga Ketua Yayasan Islamic Centre Singaraja, Sekretaris Umum MUI Buleleng, H. Imam Syafi’i, Ketua DMI Buleleng, Muhammad Mujib, perwakilan Baznas, serta menyusul kemudian Anggota DPR Ketut Kariyasa Adnyana.
Bupati Sutjidra mengatakan, tradisi ngejot merupakan kearifan lokal yang sudah ada sejak dulu. Menurutnya, apa yang dilakukan Islamic Centre Singaraja dengan membagikan daging qurban kepada warga, termasuk non-Muslim, perlu diteruskan.

Penyerahan daging kurban kepada warga non-Muslim oleh Ketua Yayasan Islamic Centre Singaraja, HB Ali Musthofa
“Saya sangat terharu karena ternyata tradisi ngejot ini masih lestari. Terima kasih Pak Haji Ali (Ketua MUI Buleleng, red) bisa menginisiasi tradisi ngejot, yang merupakan kearifan lokal Buleleng. Sejak dulu, tiap hari raya kita memang saling ngejot. Jadi memang tradisi ngejot ini harus kita lestarikan,” ujar Bupati Sutjidra.
Bupati dari PDI Perjuangan ini bercerita, dulu waktu kecil saat hari raya (Idul Fitri) dirinya sering bersilaturahmi ke kampung-kampung, seperti Kampung Arab, Kampung Kajanan atau Kampung Bugis. “Karena banyak ada kerabat di sana,” jelasnya.
Ia kembali menegaskan bahwa di Buleleng ini tidak ada lagi yang menamakan dirinya orang Hindu, orang Muslim. “Kita semua ini nyame Buleleng. Nyame Buleleng itu ada yang muslim, ada yang Hindu, ada yang Kristen, ada yang Budha, ada yang Konghucu,” tegasnya.
Sebelumnya, Ketua Yayasan Islamic Centre Singaraja yang juga Ketua MUI Buleleng, H.B. Ali Musthofa, menjelaskan, hewan kurban yang dipotong sebanyak lima ekor sapi. Daging kurban tidak hanya dibagikan kepada umat Muslim saja, tetapi juga warga yang beragama Hindu.
“Ini sudah menjadi kebiasaan bagi kami di sini, daging-daging kurban nanti kami bagikan kepada warga di sekitar sini. Bukan hanya yang umat Muslim saja, tetapi kepada saudara-saudara kami yang Hindu, sehingga mereka ikut merasakan kurban ini,” ujar HB Ali Musthofa.
Karena itu, ke depan, ia berharap hewan kurban dari Bupati Buleleng dan Wakil Bupati Buleleng bisa dipotong di Islamic Centre Singaraja ini.
“Kali ini Pak Kariyasa (Ketut Kariyasa Adnyana, anggota DPR RI, red) juga menyumbangkan seekor sapi ke sini. Tempo hari menjelang Idul fitri, Pak Kariyasa juga menyumbang sembako di sini. Saudara kami yang Hindu pun kita berikan. tidak hanya yang muslim saja,” tambahnya. (bs)

