Bawaslu Bali Gelar Jala Bali di Besakih, Perkuat Nilai Integritas dan Kepedulian Lingkungan

KARANGASEM – Ketua Bawaslu Bali, I Putu Agus Tirta Suguna, menegaskan pentingnya pengawasan pemilu berbasis nilai dan integritas dalam menjawab tantangan demokrasi yang semakin kompleks. Penegasan itu disampaikannya dalam kegiatan Jala Bali (Jaga Alam dan Lingkungan) yang digelar Bawaslu se-Bali di Pura Pengubengan, Besakih, Kabupaten Karangasem, Jumat (22/5/2026).

Menurut Suguna, pengawasan pemilu tidak cukup hanya bertumpu pada aspek prosedural dan regulatif, tetapi juga harus diperkuat oleh landasan moral dan kesadaran kolektif. Pendekatan ini dinilai menjadi kunci dalam menjaga kualitas demokrasi di tengah berbagai tantangan, mulai dari rendahnya literasi politik hingga potensi praktik yang mencederai integritas pemilu.

“Pengawasan pemilu tidak cukup hanya berbasis aturan, tetapi juga harus ditopang oleh integritas dan kesadaran kolektif,” tegas Suguna.

Ia menjelaskan, nilai tersebut berangkat dari prinsip keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan sesama manusia, yang dalam konteks Bali hidup dalam praktik sosial masyarakat. Nilai ini diharapkan dapat terus diinternalisasi dalam pelaksanaan tugas pengawasan maupun kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan diawali dengan persembahyangan bersama yang diikuti seluruh peserta. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih lingkungan serta penanaman pohon di sekitar kawasan Pura Pengubengan sebagai bentuk konkret kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan suci.

Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan Bawaslu Bali, I Nyoman Gede Putra Wiratma, menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh pihak dalam kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai agenda berkelanjutan yang memperkuat kebersamaan dan kepedulian lintas sektor. Ke depan, kegiatan ini juga diusulkan untuk diperluas ke wilayah lain, termasuk kawasan Danau Batur di Kabupaten Bangli.

“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai ruang memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan kepedulian lintas sektor terhadap lingkungan. Ke depan, kami juga mengusulkan agar kegiatan ini dapat diperluas ke wilayah lain, termasuk di kawasan Danau Batur, Kabupaten Bangli,” ujar Wiratma.

Selain Suguna dan Wiratma, kegiatan itu juga dihadiri oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Bali, Ketut Ariyani dan seluruh jajajran Bawaslu Kabupaten/Kota se-Bali.

Melalui kegiatan Jala Bali, Bawaslu Bali menegaskan pendekatan pengawasan pemilu yang tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga pada pencegahan berbasis nilai, kesadaran, dan partisipasi masyarakat sebagai fondasi demokrasi yang berkelanjutan. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *