BULELENG – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Buleleng menggelar acara Halal Bihalal di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Buleleng, Sabtu (11/4/2026). Pada acara tersebut muncul usulan agar Muhammadiyah Buleleng mendirikan universitas.
Acara Halal Bi Halal dihadiri para pengurus PDM Buleleng, pengurus PD ‘Aisyiyah Buleleng, PD Pemuda Muhammadiyah Buleleng, PD Nasyiyatul ‘Aisyiyah Buleleng, Pimpinan Cabang Muhammadiyah se-Buleleng, IMM Buleleng, IPM, para guru di lingkungan Muhammadiyah, warga serta simpatisan Muhammadiyah. Termasuk sejumlah Muhammadiyah Buleleng.
Ketua PDM Buleleng, H. Moh. Ali Susanto, saat memberikan pengantar menjelaskan, acara Halal Bihalal kali ini dikemas dalam format yang berbeda. Kata dia, tidak ada pemberian ceramah oleh seorang narasumber atau ustadz.

Setting tempatnya juga dibuat berbeda. Sejumlah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Buleleng, dan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Buleleng bersama sejumlah sesepuh Muhammadiyah duduk di depan menghadap warga atau peserta Halal Bihalal.
“Pimpinan Muhammadiyah memberikan kesempatan kepada warga Muhammadiyah untuk memberikan masukan atau saran atau apalah namanya. Ini halal bihalal sekaligus semacam sambung rasa antarwarga Muhammadiyah,” jelas H. Ali Susanto.
Ia mempersilahkan warga Muhammadiyah untuk menyampaikan kritik atau hal-hal yang mungkin selama ini belum dilaksanakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Buleleng. Sehingga ke depannya Muhammadiyah Buleleng akan lebih maju dan bermanfaat bagi masyarakat.
Sesepuh ‘Aisyiyah Buleleng, Sriyani Sadikin, ketika mendapat kesempatan pertama berbicara, bercerita bagaimana ia aktif ber-Muhammadiyah. Ia pertama kali menjadi Ketua Pusat Pelayanan Umat (PKU), hingga di posisi puncak menjadi Ketua PD ‘Aisyiyah Buleleng.
Sriyani menegaskan, kader Muhammadiyah harus benar-benar.
Sriyani yang memasuki usia 76 tahun tetap aktif di ‘Aisyiyah Buleleng mengawal amal usaha yang TK ‘Aisyiyah. Ia berharap, kader-kader Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah meneguhkan komitmennya untuk terus memajukan Muhammadiyah.
dr. Rizani, sesepuh dan masih aktif sebagai Wakil Ketua PDM Buleleng, mengusulkan sudah saatnya Muhammadiyah Buleleng memiliki universitas. Kata dia, kalau di Jawa ada UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) atau UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), di Buleleng sudah saatnya ada UMB (Universitas Muhammadiyah Buleleng).

“Ini angan-angan saya. Kalau kita serius ini bisa kita wujudkan,” kata dokter yang juga Ketua Baznas Kabupaten Buleleng ini.
Hal senada disampaikan sesepuh Muhammadiyah H. Sudirman. Menurutnya, Muhammadiyah Buleleng bisa memulai dengan mendirikan diploma Bahasa Inggris dan Bahasa Arab.
Kata dia, sumber daya manusia untuk itu dimiliki oleh Muhammadiyah Buleleng. Sementara lokasinya bisa menggunakan gedung-gedung SD Muhammadiyah Singaraja atau SMP Muhammadiyah 2 Singaraja.
“Kuliahnya bisa dilaksanakan sore hingga malam. Ya kita coba sampai isya. Kalau di luar kuliah malam sudah biasa. Di Amerika, perpustakaan bahkan buka sampai jam 12 malam,” jelasnya. (bs)

