DENPASAR – Pengamat Kebijakan Publik, Umar Alkhatab, menilai bahwa pidato yang disampaikan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, pada Rapat Paripurna ke-28 DPRD Provinsi Bali pada Rabu, 25 Maret 2026 sangat komprehensif.
Bagi Umar, pidato yang menandai satu tahun kepemimpinan Koster-Giri itu berisikan data-data yang bisa diuji di lapangan. Misalnya soal capaian pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,82 persen. Hemat Umar, capaian itu memperlihatkan kuatnya upaya Koster-Giri mendorong laju pertumbuhan ekonomi Bali dalam satu tahun kepemimpinan mereka.
Satu hal yang dicatat Umar adalah komitmen Koster-Giri di dalam meningkatkan akuntabilitas pemerintahannya. Dalam satu tahun ini, Koster-Giri mampu memperoleh nilai tinggi dalam hal reformasi birokrasi dan pemerintahan yang inovatif.
Kedua penghargaan ini adalah bukti bahwa upaya Koster-Giri membangun akuntabilitas pemerintahannya diakui oleh banyak pihak. Oleh karena itu, Umar meminta agar Koster-Giri memperkuat aspek pengawasan pada sektor pelayanan publik dalam sisa masa jabatannya agar pemerintahannya benar-benar akuntabel. Dengan demikian, korupsi bisa dihindari dan praktek-praktek maladministrasi bisa dihindari.
Umar berkeyakinan bahwa Bali akan lebih maju dan berkembang jika korupsi dan praktek maladministrasi berhasil dihilangkan. Dan itu bisa dilakukan oleh Koster-Giri jika keduanya bahu membahu meningkatkan pengawasan dan mengendalikan jalannya pemerintahan dengan tetap fokus pada visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. (bs)

