Posisi Panwascam Strategis, Rekrutmen harus Dilakukan Secara Ketat

DENPASAR – Jelang pembukaan pendaftaran Panwaslu Kecamatan (Panwascam), Bawaslu Bali gelar Rapat Persiapan Rekrutmen Pengawas Kecamatan bersama Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia Bawaslu se-Bali, Selasa (13/9/2022). Rapat berlangsung di Kantor Sekretariat Bawaslu Bali, rapat ini juga dihadiri oleh perwakilan KPU Bali.

Ketua Bawaslu Bali, Ketut Ariyani, yang didampingi oleh dua anggotanya, I Wayan Wirka dan I Ketut Sunadra menyampaikan, sesuai dengan Surat Ketua Bawaslu RI Nomor : 314 /HK.01.00/K1/09/2022 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembentukan Panitia Pengawas Pemilihan Umum Tahun 2024, tanggal 9 September 2022. Pedoman ini kemudian diturunkan terlebih dahulu ke Bawaslu Provinsi lalu diteruskan kepada seluruh Bawaslu kabupaten/kota se-Bali.

Lebih jauh, Srikandi Bawaslu Bali ini menyampaikan bahwa perekrutan harus dilakukan secara ketat. Ariyani tidak menginginkan ada calon Panwascam yang nantinya tercatut namanya dalam Sistem Informasi Partai Politik (Sipol).

“Nanti seleksinya harus ketat, lakukan pengecekan secara menyeluruh, pastikan bahwa nama mereka tidak tercantum dalam Sipol,” ujar Ariyani di hadapan jajarannya.

Selain itu, Srikandi Bawaslu Bali ini juga menegaskan bahwa Panwascam memiliki posisi yang strategis. Pasalnya, salah satu kewenangan badan ad hoc ini bisa merekomendasikan pemilihan ulang ketika terjadi persoalan pada saat pemungutan suara.

“Untuk itu, rekrutmen nanti, Bawaslu Kabupaten/Kota dapat menyeleksi dan memilih orang-orang yang kapasitas, kapabilitas, dan berintegritas dalam menjalankan tugasnya sebagai pengawas Pemilu,” pungkas Ariyani. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *