BULELENG – H. Lewa Karma, M.Pd kembali dipercaya memimpin Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Buleleng dalam Konferensi Cabang (Konfercab) I di Rumah Makan Manalagi II Singaraja, Minggu (10/10).
Dalam pemilihan, secara bulat memberikan suara kepada Lewa Karma. Karena itu, Lewa Karma yang juga Kasi Pendis Kemenag Buleleng ini akan memimpin Pergunu periode 2021-2026.

Konfercab Pergunu Buleleng dibuka Kadis Dikpora Buleleng, Made Astika, mewakili Bupati Buleleng. Dalam Konfercab yang mengusung tema “Menjaga Eksistensi dan Produktivitas Organisasi untuk Membumikan Aswaja An-Nahdliyah” itu hadir Kapolres Buleleng Buleleng, AKBP Andrian Pramudianto, perwakilan Dandim 1609 Buleleng, Ketua PW Pergunu Bali H. Mahfudz), Rais Suriah dan Tanfiziah PCNU Buleleng, serta lembaga dan banomnya, Ketua MUI Buleleng, Ketua DMI Kabupaten Buleleng, Ketua Baznas Buleleng, Ketua WALUBI Buleleng.
Konfercab I Pergunu Buleleng diikuti 60 orang yang terdiri dari pengurus PAC Pergunu se-Kabupaten sebanyak 35 orang, pengurus PC Pergunu Buleleng sebanyak 20 orang dan PW Pergunu Bali sebanyak 5 orang. Kadis Dikpora Buleleng, I Made Astika, S.Pd., MM, saat mewakili Bupati Buleleng dalam sambutannya mengatakan, Pergunu merupakan organisasi sosial keagamaan yang besar. Tentunya sangat besar pula perannya dalam pembangunan mengisi kemerdekaan menjaga keutuhan NKRI.
Diharapkan Pergunu di Kabupaten Buleleng senantiasa terlibat aktif dalam mendorong para guru agar lebih kreatif di masa pandemi Covid-19. Setidaknya lembaga Pergunu bisa berbagi solusi yang terbaik bagi masyarakat melalui aktivitas para anggotanya, termasuk guru-guru dalam pelaksanaa pembelajaran.
“Semoga konferensi menghasilkan sinergitas dan keselarasan program kerja Pergunu dengan arah kebijakan pembangunan pendidikan dan pemerintah daerah sebagai acuan dalam menjalankan roda organisasi, serta menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi peningatan kinerja pergunu dalam meningkatkan kualitas SDM di Kabupaten Buleleng,” ujar Astika.
Sementara Ketua Pergunu Buleleng, H. Lewa Karma, mengatakan, pihaknya akan berupaya supaya Pergunu ini diterima oleh pemerintah dan seluruh komponen masyarakat. Pergunu juga akan berperan menumbuhkan ahlus sunnah waljamaah, Islam universal yang bisa diterima semua komponen dan elemen. “Seluruh anggota Pergunu harus mengaktualisasikan diri dalam hal tersebut,” ujar Lewa.
Ia juga menegaskan, semua yang mau berkhitmad dan fokus menjadi guru dengan harus mengakui bahwa jalan kerja Pergunu berdasarkan Pancasila. “Pergunu hadir tidak spesial untuk NU. Tapi hadir memang untuk kepentingan bangsa,” tandasnya. (bs)

