Jelang Terminasi, PT PPIN Selalu Jaga Komitmen

PEKANBARU – PT PP Infrastruktur akan selalu memegang komitmen dalam menjaga kepercayaan para stakeholder di bidang pengelolaan sistem penyediaan air minum (spam). Lebih-lebih terhadap cabang-cabang pengembangan usaha yang sudah berekspansi di sejumlah lokasi seperti SPAM PT PP Tirta Madani (PPTM) di Pekanbaru, Riau yang tengah persiapan menuju tahapan terminasi.

Komitmen tersebut ditunjukkan oleh Direktur PT PP Infrastruktur, Iwan Sumediono, yang telah melakukan kunjungan awal pekan ini ke lokasi SPAM itu beroperasi. Kunjungan ini terutama untuk memastikan keandalan operasional dan kualitas pelayanan air minum.

“Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya PPIN untuk meninjau kondisi operasional, mengevaluasi tantangan yang dihadapi,” kata Iwan, Rabu (21/10/2026) saat ditanya pers di Pekanbaru.

Tentu saja, kata Iwan, juga untuk memberikan arahan strategis guna memastikan pengelolaan fasilitas SPAM berjalan optimal dan pelayanan kepada pelanggan PDAM serta masyarakat tetap terjaga. Iwan meninjau kondisi operasional fasilitas SPAM sekaligus melakukan koordinasi dengan jajaran manajemen masing-masing perusahaan yang mencakup keandalan fasilitas produksi, efisiensi operasional, strategi peningkatan kinerja.

Yang tak kalah pentingnya, kata Iwan, juga mengenai langkah-langkah yang diperlukan untuk mendukung pengembangan layanan air minum di Kota Pekanbaru.

“Keberlangsungan dan kualitas layanan dari PPTM harus tetap terjaga dan operational excellence serta Layanan Prima merupakan harga mati yang senantiasa harus selalu dijaga,” kata Iwan Sumediono menambahkan.

Optimalisasi Kapasitas dan Penyerapan

Di SPAM Kota Pekanbaru, Iwan fokus pada optimalisasi pemanfaatan kapasitas produksi air yang tersedia. Saat ini, kapasitas fasilitas produksi dan hasil produksi PPTM masih berada di atas tingkat penyerapan air oleh PDAM Tirta Siak.

Meski skema kerja sama take-or-pay memberikan landasan komersial sesuai ketentuan perjanjian yang berlaku, tapi PPTM tetap menaruh perhatian terhadap peningkatan penyerapan air oleh PDAM.

Upaya ini diharapkan bisa mendorong pemanfaatan infrastruktur SPAM secara lebih optimal sekaligus mendukung pengembangan pelayanan air minum bagi masyarakat. Sejalan dengan hal tersebut, diperlukan koordinasi dan sinergi berkelanjutan antara PPTM dan PDAM Tirta Siak untuk mengidentifikasi peluang peningkatan penyerapan, termasuk melalui pengembangan cakupan layanan dan penyesuaian strategi berdasarkan kebutuhan pelayanan.

Perkuat Operatiobal Excellence dan Pelayanan Prima

Aspek yang juga jadi perhatian adalah kualitas air produksi sesuai dengan Permenkes RI No. 2 Tahun 2023 terkait masalah keandalan fasilitas dan instalasi pengolahan air, efektivitas pemeliharaan infrastruktur, efisiensi penggunaan sumber daya, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta kesiapan dalam mengantisipasi dan menangani potensi gangguan yang dapat mempengaruhi kontinuitas pasokan air.

Upaya tersebut, lanjut Iwan, sejalan dengan arah transformasi BUMN yang dikelola Danantara Indonesia melalui penguatan fundamental perusahaan, restrukturisasi bisnis dan keuangan, serta penataan dan konsolidasi portofolio.

Danantara Indonesia menegaskan; proses streamlining dilaksanakan secara bertahap melalui berbagai langkah strategis, termasuk likuidasi, merger, dan divestasi terhadap entitas yang tidak lagi menjadi prioritas.

Kebijakan, jelas Iwan, ini diarahkan untuk membangun struktur perusahaan yang lebih efisien, fokus, kompetitif, dan mampu menciptakan nilai ekonomi secara berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, PPIN memandang transformasi dan penataan perusahaan sebagai momentum untuk memperkuat efektivitas pengelolaan anak perusahaan, meningkatkan produktivitas aset, mengoptimalkan sumber daya, serta memastikan setiap entitas memiliki peran bisnis dan kontribusi kinerja yang jelas.

Implementasi prinsip tersebut pada sektor SPAM perlu menimbang karakteristik layanan infrastruktur yang menuntut keandalan operasi, kesinambungan investasi, dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Oleh karena itu, peningkatan efisiensi harus dilaksanakan dengan tetap menjaga kualitas layanan dan keberlanjutan operasional antara lain melalui penurunan Non-Revenue Water (NRW).

“Tentu saja juga soal optimalisasi kapasitas produksi dan distribusi, peningkatan efisiensi biaya, serta pengembangan basis pelanggan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi kehilangan air, meningkatkan pemanfaatan infrastruktur, memperkuat pendapatan usaha, dan mendukung kesehatan keuangan perusahaan,” kata Iwan menambahkan.

Iwan melanjutkan, sebagai pemegang saham, PPIN berkomitmen untuk menjalankan fungsi pengawasan dan memberikan arahan strategis guna mendorong pengelolaan perusahaan yang profesional, akuntabel, efisien, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui evaluasi kinerja secara berkala, penguatan tata kelola, penetapan indikator kinerja yang terukur, serta pemantauan terhadap pelaksanaan rencana perbaikan operasional dan keuangan.

Setiap inisiatif peningkatan kinerja diharapkan memberikan hasil yang nyata, baik dalam bentuk peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, maupun penguatan kemampuan perusahaan dalam menjaga kesinambungan usahanya.

“PPIN menegaskan bahwa efisiensi dan transformasi perusahaan harus berjalan seiring dengan komitmen untuk menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan air minum kepada masyarakat,” kata Iwan mengakhiri keterangannya. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *