KMHDI Badung Minta Presiden Ganti Menteri ESDM dan Dirut Pertamina Imbas Krisis BBM Bali

BADUNG – Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI Badung) meminta Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengganti Menteri ESDM dan Direktur Utama Pertamina karena dianggap tidak mampu memitigasi dan mengatasi krisis BBM di Bali.

Hal itu tertuang dalam pernyataan sikap PC KMHDI Badung yang disampaikan oleh Ketua PC KMHDI Badung I Made Arya Bayu Suta pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Menghadapi krisis BBM tersebut PC KMHDI Badung menyatakan sikap berikut:

1. Meminta Presiden Republik Indonesia untuk segera mengganti Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Alousius Mantiri.

2. Meminta Kementerian ESDM memastikan ketersediaan distribusi kuota BBM untuk Provinsi Bali dan memastikan tidak ada ancaman pemadaman listrik massal (blackout) imbas gangguan distribusi BBM ke Bali.

3. Meminta Pertamina untuk segera mengirim 50% dari volume tangki BBM di Integrated Terminal (IT) Manggis dan IT Pesanggaran.

4. Mendesak Gubernur Bali I Wayan Koster bersama jajaran Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disnaker ESDM) Bali dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bali untuk rutin melakukan kunjungan ke titik-titik SPBU yang krodit dan menempatkan fasilitas kesehatan gratis.

5. Mendesak Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Bali untuk rutin melakukan kunjungan ke titik-titik SPBU yang krodit dan menempatkan fasilitas kesehatan gratis.

6. Meminta DPRD Badung mengimbau masyarakat agar tidak menimbun atau menjual kembali BBM subsidi maupun non-subsidi untuk mengurangi beban antrean SPBU.

7. Meminta Kapolres Badung dan Kapolresta Denpasar memastikan keamanan dan ketertiban di setiap SPBU yang krodit

Tujuh poin di atas merupakan sikap dari PC KMHDI Badung yang telah disampaikan kepada Ketua DPRD Badung untuk selanjutnya diteruskan kepada pihak terkait. Arya Bayu berharap suaranya sampai kepada pihak-pihak yang ditujunya melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Badung.

“Amarah rakyat mungkin tidak menyelesaikan masalah, namun amarah ini berpotensi menimbulkan masalah baru jika krisis BBM tidak segera terselesaikan. Kami berharap seluruh pihak yang terkait krisis BBM ini bergotong-royong untuk menyelesaikan masalah agar Bali tidak keos (chaos),” pungkas Arya Bayu. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *