Lelaki Perkasa Bersuara Tinggi

  • Esai Sejarah dr. Soegianto Sastrodiwiryo (alm.)

DALAM kamar yang berukuran 4 x 4 meter. Aku tak bisa membedakan, apakah lampu yang kumatikan memberi suasana temaram suara senja atau bayang-bayang cahaya sendu yang masuk dari lubang.

Tapi perasaanku tiba-tiba kembali ke suasana saat Sekolah Rakyat, dimana seorang kawan yang berbadan tegap tinggi dengan otot-otot yang bersih selalu menarik perhatianku.

Ia bernama Aryanta, putera Menir Mendra, pejabat pendidikan yang berpengaruh. Ditarik ke atas maka akan sampai pada Kumpi Nyoman Gempol, seorang pemberontak yang berani menentang kekuasaan Belanda di Buleleng.

Beliau berontak pada kekuasaan di Singaraja tahun 1858 dan setelah Belanda mendatangkan dua ekspedisi kapal perang di Pelabuhan Buleleng, Gempol bisa ditaklukkan. Dan anak buahnya kehilangan pemimpin karena Gempol diasingkan ke Padang.

Di Padang, Gempol berhasil menyembuhkan puteri seorang kepala suku bernama Halimatusaadiah yang sakitnya tak sembuh-sembuh. Gempol akhirnya dikawinkan dengan Halimatusaadiah dan memiliki beberapa orang anak perempuan dan satu laki-laki bernama Tuan Dharma.

Keluarga ini bertempat tinggal di Desa Sudaji dan keturunannya menjadi terkenal karena puteri- puteri Gempol ini masing-masing dikawinkan dengan seantero pejabat. Salah satu adalah Nonik, yang dijadikan isteri oleh Punggawa Sukasada yang menghasilkan Mr. Pudja, seorang tokoh Nasional, Gubernur Bali pertama keluarga Arinton.

Kembali kepada Ariyanta, rupanya ketenaran keluarganya dinisbahkan oleh asal-usul Kumpi Gempolnya. Gempol saat dikembalikan ke Singaraja oleh Pemerintah Belanda dengan besluit sudah sangat tua dan bahkan buta.

Nampaknya murid-murid SR 2 Singaraja sangat hormat pada keturunan ini, mengingat Gempol itu berasal dari Banjar Jawa. Ariyanta saat pelajaran bernyanyi selalu memilih lagu-lagu semangat kepahlawanan. Anehnya murid kawan-kawan sekelasnya selalu bertepuk tangan riuh setiap Aryianta selesai bernyanyi.

Menurut hemat Dolok, suara Ariyanta semata bernada melengking, kurang artistik tapi kawan-kawan sekelasnya selalu aplaus akan penampilan Aryanta, putera Menir Mendra dari Sudaji ini.

Ariyanta rupanya sejak SR telah menaksir seorang gadis cantik keponakan Hartawan Mataram dari Bondalem, dan memang akhirnya Ariyanta mengambil Hartati sebagai isterinya setelah tamat sekolah.

Ariyanta orang baik, sopan, jarang bicara dan tak suka menindas kawan-kawannya yang lebih lemah. Ia jarang berbicara kecuali dengan sahabatnya Gusti Subagia dari Pengastulan, adiknya Yapani, putera Punggawa yang beristeri seorang wanita Jawa dari Jogyakarta. []

*) Penulis adalah Cendekiawan dan Sejarawan

*) Tulisan ini dikutip dari buku penulis “Lompatan-Lompatan Kebenaran”. Yang berminat buku tersebut bisa menghubungi HP : 0818-0533-9885

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *