Kelompok Nelayan Budi Daya Bandeng Keluhkan Sulitnya Peroleh Pupuk ZA dan Urea

  • Saat “Jumat Curhat” kepada Kapolres Buleleng

BULELENG – Kelompok Nelayan Budi Daya Bandeng di Banjar Dinas Yeh Biu Kelod, Desa Patas, Kecamatan Gerokgak mengeluhkan sulitnya memperoleh pupuk ZA dan urea. Keluhan kelompok nelayan tersebut disampaikan saat acara “Jumat Curhat” yang digelar Kapolres Buleleng, AKBP I Made Dhanuardana, SIK, MH, di pesisir pantai Banjar Dinas Yeh Biu.

“Sudah harga mahal, sulit lagi untuk mendapatkannya,” kata seorang nelayan, Jainul, yang disampaikan kepada Kapolres Buleleng tanpa rasa canggung.

Tidak itu saja, yang juga dikeluhkan masyarakat pesisir pantai di Banjar Dinas Yeh Biu Kelod, yakni adanya salah satu tambak udang di daerah Tegal Sari yang melakukan pembuangan air tambak. Air tambak itu sangat bau. “Seharusnya limbah yang dibuang bisa difilter dahulu sehingga tidak bau,” ucap Mursalin.

Lain halnya dengan curhatan yang disampaikan Nasarudin. Ia mensinyalir adanya nelayan yang menggunakan pukat harimau untuk mencari ikan, sehingga dapat merugikan nelayan-nelayan yang lain.

Curhatan masyarakat yang disampaikan langsung kepada Kapolres Buleleng saat “Jumat Curhat” itu langsung ditanggapi. Untuk pupuk ZA dan urea yang sulit didapat, nanti akan dikoordinasikan dan dikomunikasikan langsung dengan Pj. Bupati Buleleng, apa yang menjadi hambatan penyaluran pupuk tersebut.

Sementara terhadap adanya pembuangan limbah yang bau dan disalurkan ke laut, Kapolres Buleleng langsung menyampaikan agar Kapolsek Gerokgak, Kompol Ketut Suaka Purnawasa, SH, segera menindaklanjuti dengan melakukan komunikasi yang baik terhadap pemilik tambak sehingga pembuangan limbah yang dialirkan tidak menimbulkan bau sehingga tidak mengganggu masyarakat di sekitarnya.

Untuk nelayan yang melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan pukat harimau, diharapkan kepada para nelayan segera melaporkannya ke Polres Buleleng. Nantinya satuan Polairud akan segera menindaklanjuti. Disamping itu, juga Sat Polairud akan melakukan patroli laut terhadap dugaan di lokasi para nelayan yang menangkap ikan dengan menggunakan pukat harimau.

Kapolres Buleleng menyampaikan terima kasih kepada masyarakat pesisir yang sudah meluangkan waktunya untuk duduk bersama menyampaikan curhatan.

“Mari kita menjaga situasi ini untuk selalu kondusif dan aman, apalagi menjelang Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 agar disambut dengan suasana yang damai sehingga tidak timbul adanya gangguan kamtibmas,” ujar Kapolres.

Di akhir kegiatan, Kapolres Buleleng memberikan bantuan sembako kepada 10 masyarakat pesisir pantai yang tidak mampu. “Semoga sembako yang diberikan dapat bermanfaat dan berguna bagi penerimanya,” tutup Kapolres. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *