Raih 1 Emas, 4 Perak dan 3 Perunggu, Tim Aerosport Buleleng Juara III di Eksibisi Porprov Bali XV

BULELENG – Tim Aerosport Buleleng tampil sebagai juara III dalam ajang eksibisi Porprov Bali XV Cabang Olahraga (Cabor) Aerosport. Buleleng meraih 1 medali emas, 4 perak dan 3 perunggu.

Buleleng berada di bawah Kabupaten Klungkung yang meraih 4 emas, 1 perunggu sebagai juara I dan Kabupaten Badung yang meraih 2 emas, 2 perak sebagai juara II.

Medali emas Buleleng diraih Dewa Ketut Suarnawa, SE dalam nomor F3R Pylone Race. Sedangkan 4 medali perak masing-masing diraih Letda Kes Agus Rianto-Serka Made Agus Adi W dalam nomor Paralayang KTM Beregu, I Putu Indra N dalam nomor Aeromodelling Chuk Glider OHLG Putra, Putu Zoe Sarwayna untuk nomor Aeromodeling Chuck Glider OHLG Putri, dan I Made Gede Sunarya dalam nomor F3R Pylone Race.

Sedangkan 3 medali perunggu masing-masing diraih Letda Kes Agus Rianto dalam nomor Paralayang KTM Perorangan, Komang Trisila Andriana dalam nomor Aeromodeling Chuck Glider OHLG Putri, dan I Putu Indra Ika Nugraha untuk F3R Pylone Race.

Ketua Umum FASI Buleleng, Dodi Irianto, mengucapkan rasa syukur atas prestasi Tim Aerosport Buleleng. “Kami juga mohon maaf apabila hasil medali yang kami raih belum memuaskan. Kami sudah berusaha sebaik mungkin dari persiapan sampai pada latihan sebelum lomba. Namun demikian, ada faktor lain yang sangat mempengaruhi jalannya lomba dan hasil capaian para atlet yang berlaga yaitu cuaca dan keadaan angin,” katanya.

Menurutnya, venue lomba di Pantai Mertasari dengan kecepatan angin cukup tinggi membuat ekstra hati-hati bagi atlet di kelas F3R Pylonrace melalui lintasan di udara dengan perkiraan kecepatan pesawat di atas 100 km/jam.

Di sisi lain, kata dia, angin kencang dengan thermal di venue bisa menguntungkan para atlet di kelas OHLG (outdoor hand launched glider), namun juga bisa merugikan. Peluncuran yang benar dengan arah angin yang tepat, maka pesawat akan mencapai ketinggian tertentu dan terangkat thermal sehingga pesawat melayang lebih lama bahkan mencapai top gliding 60 detik.

Namun, peluncuran yang kurang cermat akan membuat pesawat tidak lama melayang. Bahkan bisa menukik dan menancap di tanah. Kondisi lain, yang merupakan obstacle di venue saat lomba, yaitu masih ada pagar bambu terpasang di area lomba sisa pertunjukan malam sebelumnya yang belum dibongkar oleh event organizer yang bersangkutan. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *