10 TIM TERPADU PENANGANAN COVID-19 DI DENPASAR

Dari Mengurusi Pelanggaran Prokes hingga Penanganan Jenazah 

DENPASAR – Untuk menangani pandemi Covid-19, Kota Denpasar membuat sebanyak 10 tim dengan melibatkan berbagai unsur mulai dari Operasional Perangkat Daerah (OPD) hingga Kepala Lingkungan (Kaling) dan Kepala Dusun (Kadus). Tim terpadu ini berfokus pada bidangnya masing-masing mulai dari melakukan pemantauan protokol kesehatan (Prokes) hingga penanganan jenazah. 

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengatakan, tim ini terdiri dari tim vaksinasi Covid-19. “Tim vaksinasi ini menangani masalah vaksinasi dan percepatan cakupan vaksinasi. Kami terus mengejar cakupan vaksin agar semua sasaran bisa terjangkau,” kata Dewa Rai, Rabu 25 Agustus 2021. 

Dengan tim ini, vaksinasi Kota Denpasar sudah menyasar lebih dari 100 persen untuk dosis yang pertama Dan khusus untuk vaksinasi remaja usia 12 – 17 tahun dosis pertama sudah menyasar 72 ribu orang atau 105 persen. Sementara dosis kedua sudah menyasar 51 ribu orang atau 76 persen. “Mudah-mudahan akhir Agustus ini sudah bisa 100 persen untuk vaksinasi remaja ini sehingga kami bisa melakukan persiapan tatap muka,” katanya. 

Kedua, pihaknya membentuk tim khusus Isoter karena sesuai dengan arahan pemerintah pusat, semua OTG GR wajib diisolasi terpusat. “Jumlah isoter di Denpasar cukup tinggi dan kami sudah siapkan 8 tempat Isoter, dimana 6 orang disediakan oleh pemerintah provinsi dan 2 dari Pemkot,” katanya. 

Adapun jumlah tempat tidur yang tersedia untuk Isoter ini sebanyak 1.436 kamar. “Mudah-mudahan dengan Isoter ini bisa menurunkan kasus Covid-19,” katanya. 

Selanjutnya pihaknya memiliki tim pemantauan RS dan BOR. “Setiap dimana Rumah Sakit ada kamar kosong akan kami pantau, jangan sampai ada masyarakat yang tidak mendapat pelayanan perawatan rumah sakit,” katanya. 

Pihaknya juga membentuk tim khusus tracing karena saat ini positive rate untuk Kota Denpasar masih tinggi yakni di atas 2 persen. “Masih banyak masyarakat yang tidak melakukan pemeriksaan lebih lanjut, itu kendala kami di lapangan. Kami masih terkendala positive rate yang masih tinggi. Kalau kami bisa kejar, dan masyarakat mau kooperatif kami yakin bisa menurunkan level dari level 4 menjadi level 3,” katanya. 

Pelaksanaan tracing ini juga melibatkan Kaling dan Kadus untuk melakukan penanganan di wilayahnya masing-masing. Sementara untuk angka kesembuhan menurut Dewa Rai saat ini sudah lebih tinggi dari angka positif. Kelima pihaknya juga membentuk tim sosial, dimana tim sosial ini akan membantu pelaksanaan penyaluran sembako dan makanan untuk mereka yang menjalani Isoter. 

Keenam, pihaknya memiliki tim IT untuk melakukan pendataan atau digitalisasi data. “Bagaimana kami bisa terus menginformasikan ke masyarakat terkait dengan perkembangan Covid-19 di Kota Denpasar melalui tim IT ini,” katanya. 

Tim ketujuh yakni tim yustisi yang bertugas untuk memantau penerapan protokol kesehatan di masyarakat. “Tim yustisi ini menggelar sidak prokes di beberapa tempat yang memiliki tingkat penularan Covid-19 yang tinggi,” katanya. 

Selain itu, Denpasar juga memiliki tim penanganan jenazah. Dimana tim ini akan bertugas melakukan pemulasaraan jenazah, mengantarkan jenazah bahkan hingga melakukan penguburan jika ada permintaan dari pihak keluarga. “Mereka menggunakan APD lengkap. Tidak hanya mengantar jenazah saja, tapi bahkan juga menguburkan jenazah,” katanya. 

Selanjutnya ada tim penyemprotan disinfektan ataupun eco enzyme yang dilakukan secara berkala. Dan terakhir pihaknya memiliki tim swaber yang melibatkan tenaga kesehatan, TNI/Polri, termasuk mahasiswa kedokteran. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *