WALIKOTA RAI MANTRA AJAK BANGUN KOLABORASI DAN KREATIVITAS

DENPASAR – Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, didaulat menjadi narasumber dalam webinar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar, Sabtu (19/12/2020). Webinar diikuti ratusan peserta secara daring, Walikota Rai Mantra mengajak untuk terus berkolaborasi dengan keberadaan suatu ekosistem dan terus di bangun kreativitas, karena dengan kreativitas mampu meretas batas.

Lebih lanjut Rai Mantra menyampaikan kolaborasi dapat terus dilakukan antara universitas, pemerintah, perbankan, dan lembaga swasta. Hal ini juga telah di persiapkan Pemkot Denpasar dalam membangun ekosistem yang telah didukung dengan keberadaan Dharma Negara Alaya. Demikian pula Keberadaan Badan Ekonomi Kreatif Denpasar, OPD terkait Pemkot Denpasar, perbankan, komunitas, berkolaborasi membangun ekosistem kewirausahaan.

“Kita harus tekun dalam berkreativitas, karena dengan demikian ide kreatif itu pasti muncul. Kita harus kere aktif, walaupun kere tetapi aktif,” ujar Rai Mantra.

Karena kreativitas tidak timbul dengan sendirinya, namun harus terus dilatih dan diasah. Kreativitas tidak semudah membalik telatap tangan, tetapi harus dilatih. Seperti keberadaan inkubator yang ada di universitas masing-masing. Kreativitas adalah sebuah tantangan, sehingga dapat menimbulkan idi-ide baru. Jika berada di zona nyaman tidak akan menimbulkan kreativitas, tapi akan memunculkan langkah tiru meniru.

Disamping itu, Rai Mantra menyampaikan bahwa pembangunan ekosistem, yang di dalamnya terdapat pembangunan talenta sebagai tugas universitas dengan keberadaan incubator bisnis dapat memberikan pelatihan kepada para mahasiswanya. Dalam pengembangan pasar atau promosi menjadi tugas bersama dengan pemerintah, komunitas, wirausaha hingga perbankan.

Pengembangan pasar saat ini telah dapat dilakukan di Dharma Negara Alaya (DNA) yang mampu mempertemukan antara wirausaha yang memiliki produk kreatif dengan pihak investor. Proses kreasi melalui pembangunan gedung DNA, mampu mencetak wirausaha muda dengan kompetisi Wirausaha Muda Denpasar (WMD).

Kompetisi ini menjaring wirausaha-wirausaha muda baru di Kota Denpasar yang hingga kini telah mencapai ratusan anggota dan telah difasilitasi untuk mengikuti pendidikan di rumah perubahan Rhenald Kasali. Dari kompetisi ini hampir 75 persen mereka melanjutkan wirausaha mereka, yang tentu menjadi harapan dan memberikan dukungan kepada insan muda lainnya.

Persiapan dan daya dukung dalam kewirausahaan telah dipersiapkan Pemkot Denpasar. Rumah Kemasan Denpasar juga sebagai salah satu solusi bagi wirausaha baru di Denpasar. Dalam satu gedung Rumah Desain para mahasiswa atau anak muda yang ingin berwirausaha dan membuat kemasan menarik produknya bisa melalui layanan ini. Dalam proses distribusi, Pemkot Denpasar telah mengirimkan salah satu builder motor dari insan muda Denpasar mengikuti pameran di Yokohama, Hot Rod Custom Show. Ini sudah menjadi juara dunia dengan hasil karya motor-motor mereka telah mampu di kenal dan memiliki ciri khas.

Disamping itu dalam masa pandemi saat ini, kreativitas telah mampu meretas batas dengan dukungan dari para seniman, musisi, perajin, dan UKM melalui Denpasar Festival. Membawa produk lokal yakni kain tenun ikat endek hingga internasional juga telah mampu dilakukan anak muda Denpasar. Tahun depan salah satu anak muda Denpasar akan berkompetisi di Paris Fashion Week dengan membawa kain endek.

“Kreativitas ternyata membangkitkan kesadaran kita dan mampu menembus batas-batas ketidakpastian, dan kita buktikan dengan pelaksanaan Denfest, yang mampu memberikan manfaat kepada masyarakat ,” ujarnya Rai Mantra. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *