WABUP SUIASA MINTA TPID ATENSI KENAIKAN HARGA MENJELANG NATARU

MANGUPURA – Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa, meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Badung untuk mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Pada akhir tahun 2020, kita dihadapkan dengan Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Kami minta TPID dapat melakukan kontrol dari sisi ekonomi, karena pasti akan ada kecenderungan kenaikan harga bahan pokok. Untuk itu perlu atensi khusus pada dua moment ini. Mengantisipasi kenaikan harga tentunya terus lakukan sinergi dan koordinasi, bila perlu buat kegiatan operasi pasar maupun pasar murah, sehingga mampu menjaga kestabilan harga, daya beli masyarakat dan tidak terjadinya peningkatan inflasi, ” jelas Wabup Suiasa saat membuka High Level Meeting (HLM) TPID Badung di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung, Rabu (16/12/2020).

Lebih lanjut Suiasa mengapresiasi terlaksananya HLM TPID Badung sebagai langkah strategis dalam upaya mengendalikan inflasi daerah di tengah wabah Covid-19 yang sangat memberi dampak, tidak hanya di sektor kesehatan juga menekan ekonomi masyarakat. Pada kondisi tertekan akibat Covid-19 ini, Kabupaten Badung masih bisa menjaga inflasi daerah dengan baik, terbukti bahwa kestabilan harga dapat dijaga serta dari sisi produktivitas dan distribusi juga berjalan baik.

“Atas nama pimpinan, kami berterima kasih kepada jajaran TPID yang sudah bekerja keras, bersungguh-sungguh dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas dan fungsinya,” jelasnya.

Demikian pula, apresiasi atas diraihnya dua penghargaan di tahun 2020 ini, yaitu penghargaan dari pemerintah pusat sebagai TPID berprestasi untuk wilayah Jawa-Bali dimana penghargaan ini diraih dua kali berturut-turut, serta penghargaan dari Perwakilan BI Bali sebagai Mitra Kerja Terbaik KPw BI Bali Kategori TPID. “Mudah-mudahan dengan prestasi ini dapat dijadikan pemantik, semangat dan motivasi untuk membangun kebersamaan dalam melaksanakan fungsi sebagai TPID,” tambah Suiasa.

Sementara itu Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, AA Ngr. Bayu Kumara, menjelaskan HLM TPID kali ini mengangkat topik “Evaluasi Kegiatan Pengendalian Inflasi Tahun 2020 dan Penyusunan Rencana Kerja Tahun 2021, serta Menjaga Ketersediaan dan Keterjangkauan Harga Pada Natal dan Tahun Baru”. Melalui topik ini diperlukan langkah evaluasi terhadap apa yang sudah dilaksanakan dan yang perlu dioptimalkan di tahun 2021.

Selanjutnya program kerja pengendalian inflasi tahun 2021 tidak hanya fokus pada upaya pengendalian harga, namun juga upaya-upaya memastikan terjaganya daya beli masyarakat dan mempersiapkan diri dalam rangka penilaian kinerja agar dapat mempertahankan prestasi yang diraih tahun sebelumnya.

Sedangkan Kabag Perekonomian Setda Badung AA Sagung Rosyawati, selaku Koordinator Tim Kesekretariatan TPID Badung mengatakan, bahwa mengenai pengendalian inflasi daerah, tugas TPID adalah bagaimana mewujudkan inflasi harga yang stabil dengan merujuk pada 4K, yaitu ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif.

“Untuk program yang kita lakukan dan diajukan sebagai program unggulan di tahun 2021 sesuai Rakornas TPIP, salah satunya adalah kebijakan pengendalian inflasi tidak hanya fokus pada upaya-upaya pengendalian harga, namun juga diarahkan pada upaya memastikan terjaganya daya beli masyarakat melalui penguatan perlindungan sosial dan dukungan terhadap sektor UMKM, serta melakukan digitalisasi UMKM pangan,” jelasnya. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *